Pengumuman, Waduh, Wall to Wall udah Gak Bisa Lagi ya ? ini Gara" ada Kebijakan Facebook untuk Mengalihkan Live Stream Menjadi Comment Box, Tapi Jangan Khawatir.. Update Status Via Blackberry dan yg lain masih Bisa koq, Mau tau apaan sih Comment Box itu ? Bisa Dilihat Disini, Nah, kalo ada Saran" ttg Gimana cara nge-akalin wall to wall, silahkan Contact Mimin di Facebook Disini atau Twitter @HzCrash, atau Bisa Lewat Fanspage WI Di Disini, Trima Kasih
Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan

8 Pertanyaan yang Bisa Menguji Konsep Bisnis Anda yang Baru

Penulis on Rabu, 06 Februari 2013


8 Pertanyaan yang Bisa Menguji Konsep Bisnis Anda yang Baru. Entah Anda adalah seorang CEO yang sukses dari sebuah perusahaan besar, atau seorang entreprenur muda yang bersemangat, Anda tetap harus menguji konsep bisnis Anda yang baru secara berkala. Saat kita memikirkan sebuah ide baru, seringkali kita kembali lagi pada beberapa pertanyaan mendasar. Berikut ini adalah 8 pertanyaan yang biasa Anda gunakan untuk menguji konsep bisnis Anda yang baru, dan dapat membantu Anda untuk membuat Anda sukses



1. Siapa pelanggan Anda yang ideal?

Seberapa banyak pelanggan “ideal” ini ada? Jika sebuah produk akan sukses, Anda harus bisa menemukan pelanggan yang mau menyukseskan produk itu. Anda harus fokus pada pengembangan orang-orang ini. Mungkin saja akan ada segmentasi pelanggan yang baru yang bisa menjadi pangsa pasar Anda, tapi sebuah produk yang difokuskan untuk seluruh orang, biasanya tidak akan berhasil. Hitunglah nilai dari jumlah pelanggan ideal Anda, lalu tambahkan 20% dari jumlah pelanggan Anda yang tidak ideal yang memiliki kemungkinan untuk membeli produk Anda. Seringkali Anda akan menemukan bahwa pelanggan non-ideal Anda akan lebih tertarik kepada pemikiran Anda dibandingkan pada produk Anda.


2. Apakah ide Anda itu sudah pernah ada?

Banyak entreprenur yang berasumsi bahwa jawaban terbaik adalah “tidak”, karena mereka memiliki pandangan yang salah bahwa lebih baik menciptakan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya, dibandingkan mengembangkan sesuatu yang telah ada sebelumnya.

Jika sebuah penawaran sudah pernah ada, hal itu membuktikan bahwa ada pelanggan yang membutuhkan informasi dan jasa yang telah ada itu. Kebanyakan investor akan lebih mudah menginvestasikan uangnya dalam sebuah pengembangan dari hal yang sudah pernah ada sebelumnya dibandingkan hal baru yang belum jelas sasarannya.


3. Apa yang dilakukan pelanggan Anda akhir-akhir ini

Jika ada kebutuhan, maka pasti akan ada sebuah solusi. Dalam beberapa kasus, sebuah proses membutuhkan waktu untuk penyelesaiannya. Di beberapa kasus, Anda harus mendemonstrasikan pengembangan nilai kepada pelanggan Anda, atau hal itu tidak akan diadopsi.


4. Apa itu biaya keseluruhan dalam solusi saat ini?

Dalam konsep bisnis yang terbaik, akan sangat mudah untuk mengukur biaya keseluruhan dari pelanggan pada saat ini. Pada saat ini kita sedang mengevaluasi sebuah teknologi yang memberikan sebuah cara baru dalam bisnis kesehatan untuk tidak menggunakan proses manual lagi. Kita dapat menghitung biaya saat ini satu orang perjam.


5. Apa kemampuan unik yang Anda miliki?

Sebuah bisnis model yang sukses adalah sebuah bisnis model yang fokus pada strategi yang unik dimana seorang entreprenur dapat membawa bisnis itu di pasaran. Jika hal itu benar-benar bernilai, aset ini akan meningkat dan meningkatkan penawaran dari pelanggan. Anda bisa meningkatkan nilai konsep bisnis Anda dengan berfokus pada pemberian usaha yang lebih besar pada hal-hal unik yang Anda miliki, dan juga mencari sumber dari luar yang bisa menjadi partner Anda dalam bisnis.


6. Bagaimana respon kompetitor Anda terhadap kesuksessan Anda?

Jangan bertahan pada harapan keuntungan sebagai penggerak atau inisiator pertama. Imitasi seringkali terjadi dan sudah umum dilakukan dalam dunia bisnis. Jika sebuah produk tidak pernah ditiru dan tidak memiliki kompetitor, mungkin hal itu dikarenakan produk tersebut tidak berharga untuk ditiru. Jika ide Anda berhasil, Anda akan memiliki banyak pesaing, dan mungkin saja mereka memang sudah ada. Konsep bisnis Anda akan lebih bernilai jika Anda tetap fokus pada bagaimana menciptkan nilai yang lebih untuk pelanggan dibandingkan jika Anda hanya berfokus untuk menjadi inisiator pertama. Jika perusahaan lain yang meniru Anda dapat dengan mudah menarik perhatian pelanggan Anda dan mengambil keuntungan Anda, hal ini berarti bisnis Anda tidak memiliki dasar yang kuat dan tidak berarti banyak.



7. Apa bisnis modelnya?

Jabarkanlah pandangan besar dari bisnis model Anda. Kami ingin menggunakan framework dari Alex Osterwalder sebagai contoh, dimana mereka memasukan segmentasi pasar, mendefinisikan hubungan pelanggan, channel, value proposition, kunci kegiatan, dan partner kunci untuk membangun aliran keuntungan dan membangun struktur pengeluaran yang jelas. Saat Anda membuat sebuah bisnis model, berikanlah dua atau tiga alternatif yang bisa dibangun dalam bisnis Anda, mungkin dengan menggunakan partner dibandingkan mengerjakan segala sesuatu seorang diri. Lalu evaluasilah alternatif mana yang bisa membantu Anda menghasilkan kekuatan dari bisnis Anda.


8. Bagaimana Anda bisa menguji dan mempelajari sebelum Anda membangun keseluruhan strukturnya?

Hal yang paling penting, hindari lah pemikiran bahwa segala hal akan dengan mudah bisa dibangun. Tetapi, temukanlah cara yang kreatif untuk menarik perhatian pelanggan dan bangunlah bisnis berdasarkan kebutuhan mereka. Jika Anda menggunakan prinsip menguji dan mempelajari, maka hal ini akan lebih menghasilkan dibandingkan jika Anda bekerja berdasarkan prinsip mengembangkan ide saja.

Sebelum Anda menghabiskan waktu untuk mengembangkan bisnis Anda, ambilah waktu sejenak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. Pertanyaan-pertanyaan ini dapat membantu Anda megembangkan nilai pelanggan, investor dan partner Anda.




Rating: 5
More about → 8 Pertanyaan yang Bisa Menguji Konsep Bisnis Anda yang Baru

Ketika Bisnis Tak Lagi Manis

Penulis on Selasa, 17 Juli 2012


"Roda kehidupan pasti selalu berputar, terkadang kita berada di atas, dan tidak luput dari posisi di bawah. Begitu pula terhadap bisnis yang sedang dijalani oleh Anda. Sebaik apapun pengelolaan sebuah bisnis, ada saja kendala yang musti dihadapi saat menjalaninya."

Sebagai wanita pengusaha, tidak jarang keputusan-keputusan yang diambil berdasarkan emosi atau perasaan semata. Menyerah bukanlah jalan keluar dari permasalah bisnis yang sedang Anda hadapi saat ini. Berikut adalah tips yang dapat membantu jika bisnis yang telah Anda rintis tengah meluncur ke bawah:


Menyerah? No Way!
Jangan keburu menyerah dahulu. Susun kembali prioritas dalam bisnis Anda. Tuliskan satu persatu secara cermat dan teliti apa saja yang menjadi target bisnis Anda ke depan. Kembalilah ke awal mula rencana Anda mendirikan bisnis tersebut. Terkadang Anda bisa saja melewatkan suatu hal di belakang, yang membuat usaha Anda meluncur ke arah kebangkrutan. Segeralah bertindak, sebelum semakin terpuruk!



Introspeksi Cepat
Introspeksilah diri Anda sebagai pemimpin usaha. Apakah Anda tipe pemimpin yang mudah percaya pada semua pegawai Anda, tanpa Anda mau terjun langsung dalam pengelolaan? Seringnya, kehancuran sebuah bisnis atau usaha, adalah ketika sang pemilik hanya bisa menjadi pemodal saja, dan enggan untuk terjun langsung mengotori tangan untuk tahu seluk beluk industri dalam bisnis yang dijalaninya.

Misalkan saja bisnis salon, Anda perlu tahu update terkini mengenai dunia fashion dan hair stylist . Jangan saja menyerahkan pada manajer salon yang Anda pilih. Lalu, setelah bekal pengetahuan itu, Andapun jadi dapat mengikuti tren pasar yang berubah-ubah tanpa ketinggalan mode yang sedang ‘in’ saat ini. Lakukan inovasi berbeda, juga promosi. Asahlah terus kemampuan Anda. Jika diperlukan, ambilah kursus singkat yang tidak menyita waktu banyak, bila Anda juga seorang ibu rumah tangga. Yang terpenting bagilah waktu dengan baik.


Business Review
Melakukan review atau peninjauan ulang terhadap manajemen bisnis sangatlah penting dilakukan. Apalagi jika sudah lama Anda lalai melakukannya, atau mempercayakan begitu saja pada pegawai yang Anda andalkan. Mulailah melakukan review awal dan mencari sumber permasalahan dari turunnya usaha yang Anda rintis.

Apakah konsumen sudah tidak puas terhadap layanan jasa di salon Anda, ataukah kualitas dari produk yang Anda jual sudah tidak baik, dan apakah usaha Anda tidak melakukan inovasi dan terbosan baru seiring berkembangnya permintaan pasar – sehingga pasar pun meninggalkan produk Anda karena dinilai terlalu ketinggalan zaman.

Tidak saja berhenti sampai di situ. Jika ternyata semua telah sesuai Anda lakukan, namun tetap terjadi kebocoran di dana operasional usaha Anda, maka mulailah mempertanyakan kesetiaan setiap pegawai andalan Anda. Apakah ada di internal yang melakukan korupsi, atau penggelapan, serta menyalahgunakan kepercayaan yang telah Anda berikan? Nah, cobalah segera lakukan tahap demi tahap secara sabar namun cepat. Setelah menemukan inti permasalahannya, segeralah bertindak!



Action!
Bertindaklah sesuai dengan yang diperlukan. Jika Anda telah temukan inti dari permasalah yang dihadapi oleh bisnis Anda, maka jangan tunda lagi untuk mengambil langkah cepat guna perbaikan. Bila pegawai internal Anda yang bermasalah, entah itu penggelapan uang, tidak memberikan service secara prima sehingga konsumen mengeluh, hingga produk yang ketinggalan zaman. Rumuskanlah strategi baru bagi bisnis Anda ke depan.

Buatlah kembali inovasi dan promosi yang akan memancing konsumen tertarik dan kembali kepada Anda. Ubahlah susunan organisasi internal Anda. Bila Anda merampingkan jumlah pegawai, pilihlah pegawai yang memiliki visi misi sama seperti Anda, yakni bersama memajukan bisnis yang dikelola. Untuk itu pun diperlukan kebijaksanaan dari Anda sebagai pemilik untuk turut serta juga memerhatikan kesejahteraan semua pegawai Anda yang telah sama-sama merintis membantu usaha Anda bangkit kembali. Janganlah lupa diri.


Prioritas itu penting
Dalam hal bisnis, perputaran uang sangatlah penting dan menjadi poros keberlangsungan usaha Anda. Oleh karenanya, bila usaha Anda mulai mengalami penurunan segeralah merekap semua hal yang berhubungan dengan perputaran uang tersebut. Terutama yang berkaitan dengan biaya operasional, dimana Anda wajib membayar semua gaji, tagihan listrik, tagihan telepon, transportasi termasuk pembelian bahan-bahan dasar guna keperluan pembuatan produk Anda. Jika sudah demikian, buatlah prioritas, mana dana yang musti dipangkas, mana dana yang musti dipertahankan agar tetap berputar.


Prospecting
Susunlah rencana untuk melakukan ‘prospecting’ atau target sasaran dari bisnis Anda. Buatlah klasifikasi dari target Anda, dan kenalilah siapa pasar yang akan Anda prospect tersebut. Misalnya, saja, review -lah harga jual Anda, sesuaikan dengan pasar terkini atau sesuai dengan target konsumen yang berada di sekitar toko Anda.

Rancanglah paket-paket promosi yang akan menarik target tersebut dengan harga cantik yang kompetitif. Tentunya tidak luput dari kualitas produk yang tetap dipertahankan. Buatlah brosur, spanduk baru yang lebih fresh dengan tampilan baru menarik termasuk dengan promosinya yang menarik.


Gunakan Alat Promosi
Di era social media yang sedang booming saat ini, jangan sampai Anda ketinggalan. Pakailah kemajuan ini sebagai salah satu alat untuk memajukan bisnis Anda. Selain melakukan promosi secara tradisional, lakukanlah dengan social media. Buatlah website Anda menjadi alat yang memudahkan konsumen mengenal bisnis Anda walaupun berada di kota berbeda.

Sehingga mereka bisa saja dapat melakukan order, alhasil bisnis Anda akan mulai merangkak kembali naik. Selain itu, bisa lewat Facebook dan Twitter. Update -lah produk-produk Anda dan lakukan soft selling dengan menggunakan media tersebut. Ingat, jangan sampai strategi marketing yang Anda lakukan justru membuat calon konsumen terganggu dengan promosi produk atau jasa Anda secara bertubi-tubi. Lakukan dengan elegan, tentunya.


Networking
Binalah kerjasama dengan sesama teman pebisnis lainnya. Bertukar pikir atau berdiskusi dengan mereka akan sangat membantu, lho. Karena, Anda akan mendapatkan input-input tambahan guna memajukan kembali bisnis Anda yang tengah terpuruk. Ikutilah seminar-seminar bisnis, dan jalinlah hubungan profesional dengan sesama pebisnis. Selain itu bisa juga Anda bergabung dengan asosiasi perkumpulan pebisnis. Dimana setiap saat Anda akan dibantu pemikiran dan solusi dari setiap tantangan dan rintangan dari mengelola sebuah bisnis.


Tunggu apa lagi, segeralah bertindak dan naiklah kembali ke puncak sukses Anda!

Sumber : http://www.tabloidnova.com/Nova/Karier/Pengembangan-Diri/Ketika-Bisnis-Tak-Lagi-Manis





Rating: 5
More about → Ketika Bisnis Tak Lagi Manis

Peran Jejaring Sosial dalam Proses Perekrutan

Penulis on Rabu, 16 Mei 2012



Seiring berjalannya waktu, peran dan fungsi jejaring sosial terus bertambah. Dari sekadar menghubungkan teman dan keluarga yang tinggal berjauhan, menjadi sumber informasi dan berita terkini, hingga menjadi bagian penting bagi perusahaan dalam mencari bakat-bakat yang tepat untuk memajukan usaha mereka.


Sebuah infographic mengulas perkembangan proses perekrutan dari tahun 1990-an hingga saat ini. Pada era tersebut, para perekrut dapat mengurai CV kandidat pegawai berdasarkan sejumlah kriteria, termasuk kata kunci. Namun, perusahaan hanya dapat bersandar kepada informasi dalam database tersebut dalam waktu yang terbatas. Pasalnya, data tersebut tidak di-update secara konstan layaknya pengguna jejaring sosial memperbarui informasi dalam profil mereka.


Kehadiran jejaring sosial menjawab tantangan tersebut dengan memberikan kemampuan kepada perusahaan untuk terhubung dengan para kandidat terbaik. Kehadiran situs korporat pun memudahkan para kandidat untuk mencari perusahaan dan posisi yang sesuai, serta mendapatkan informasi lebih banyak mengenai perusahaan yang dituju.


Beranjak ke tahun 2000, perkembangan blog, komunitas online, dan source analytics memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan informasi lebih mendalam secara real-time mengenai setiap kandidat. Bertambahnya jumlah pengguna jejaring sosial pun memudahkan perusahaan dalam meluncurkan strategi marketing mereka, serta mempercepat proses wawancara dan penyaringan kandidat.


Dengan setiap kemudahan yang diberikan oleh jejaring sosial, jumlah perusahaan yang mengintegrasikannya dengan sistem ATS (Applicant Tracking System) terus bertambah. Melalui teknologi tersebut para perekrut dapat meningkatkan efisiensi dana dan waktu dalam proses perekrutan.






Sumber : http://www.jagatreview.com/2012/05/infographic-peran-jejaring-sosial-dalam-proses-perekrutan/


Rating: 5
More about → Peran Jejaring Sosial dalam Proses Perekrutan

Lompatan Kuantum Sang Mantran Karyawan

Penulis on Sabtu, 24 Maret 2012

Rating: 5

Dari karyawan, dia menjadi pemilik usaha. Dari tersendat, bisnisnya kini bergulir cepat. Apa yang dilakukannya?


Bila dipandang dari luar, bengkel Car Spa tidak ada istimewanya. Bengkel di kawasan Jelambar, Jakarta Barat, ini hanya sebuah bangunan sederhana untuk reparasi dan perawatan mobil. Beberapa mobil diparkir berjajar menunggu giliran diperbaiki.


Namun, jangan keliru. Tidak ada yang mengira bahwa di lokasi itu juga terdapat kantor CV Grokindo yang beromset Rp 2,5-3 miliar tiap bulan atau sekitar Rp 36 miliar per tahun. Ini adalah pemain penting yang memasok automotive consumable products. Contoh produknya: oli mesin, minyak rem, karpet mobil, waterbased pain dan car care. Produk itu dipasok ke sejumlah prinsipal perlengkapan otomotif besar, seperti Sika, Henkel, 3M, BASF, Shell Oil, NPC Grease dan Hazet.


Grokindo juga memasok langsung ke pabrikan agen tunggal pemegang merek. Ia menggaet Mercedes-Benz Indonesia, Astra Daihatsu Motor dan Nissan. Hampir semua merek mobil terkenal menjadi konsumen Grokindo, kecuali Suzuki dan Toyota.
Siapa sosok di balik kesuksesan Grokindo?
Perkenalkan, namanya Sumadi. Kehidupan pria yang hanya lulusan SMA ini sungguh berwarna. Bagaimana tidak, berawal dari seorang karyawan bagian penjualan di Grokindo tahun 1998, enam tahun kemudian nasibnya berbalik 360 derajat: menjadi pemilik. Kok bisa?


Sumadi sejatinya bukanlah orang otomotif. Setamat SMA (1990), dia bekerja di bagian pembelian pabrik mesin jahit merek Butterfly. Tiga tahun lamanya profesi itu dijalani. Setelah sempat bekerja Glodok, kelahiran Jakarta, 7 Juli 1974, ini akhirnya bergabung dengan Grokindo sebagai tenaga penjual door-to-door ke bengkel atau perusahaan.


Nasib orang memang hanya Tuhan yang tahu. Dalam perkembangannya, usaha Grokindo suram, bahkan sempat mati suri. Tahun 1998, melihat peluang untuk perusahaan ini masih terbuka lebar, Sumadi dan tiga mitranya – salah satunya adalah pemilik lama Grokindo – sepakat menghidupkan kembali perusahaan yang lesu darah ini. Modal patungan Rp 350 juta mereka dapat dengan menjual mobil dan mengagunkan surat berharga untuk mendapat pinjaman uang.


Saat itu kondisi pasar dunia otomotif sedang lesu. Maklum, krisis moneter masih terasa dampaknya. Namun, Sumadi dkk. terus bertahan mendatangi para pembeli produk automotive consumable products. Dan kegigihan ini terbayar. Grokindo menggeliat. Omset di kisaran Rp 300-400 juta saban bulan dikantongi. Sumadi dkk. pun tersenyum.


Pada 2000-04, sekalipun kian menggeliat, Grokindo cenderung stagnan. Dan pada kurun ini, tepatnya tahun 2004, Sumadi tergerak mengakuisisi saham rekan-rekannya dan menjadi pemilik tunggal perusahaan. Gayung ini rupanya bersambut. Para mitra tidak keberatan dengan keputusan tersebut.
Lama berkiprah di Grokindo, jejaring Sumadi terhitung luas. Kebetulan, banyak pemasok yang sudah dikenalnya dengan baik. “Produk pertama dan terpenting yang kami pegang adalah 3M. Waktu itu mereka butuh mitra yang menjual produk kimia,” ujar pehobi diving dan fotografi ini mengenang klien perdananya. Diakuinya, merek 3M menjadi pintu gerbang untuk masuk ke dunia bisnis perlengkapan otomotif yang sulit ditembus. Maklum, 100% pabrik mobil menggunakan produk-produk 3M.




Diceritakan Sumadi, produk Grakindo dipakai dari “A” sampai “Z”. Yaitu, sejak proses awal pembuatan mobil hingga mobil sudah terbentuk sempurna dan diparkir di tempat terbuka. Diawali dari proses press start, finishing dengan amplas dan proses pengecatan — saat dicat banyak defect dan debu yang menempel sehingga cat meleleh; dalam proses itulah dibutuhkan produk chemical buatan Grokindo. Setelah itu, masuk ke tahap assembling, seperti pemasangan bangku dan dashboard, hingga mobil itu diparkir di lapangan yang terkena sengatan sinar matahari atau hujan. Pada tahap ini pun, produk-produk Sumadi masih dibutuhkan.


Setelah 3M, Grokindo berhasil menembus Sika dan BASF. Lalu, karena kelengkapan dan kualitas produknya, Grokindo mampu meyakinkan ATPM Mercedes-Benz Indonesia. Awalnya, Mercedes hanya based on purchase order dengan omset Rp 3-4 juta/bulan, dan kini Grokindo ditunjuk sebagai pemasok tunggal semua jenis consumable product otomotif untuk pabrikan mobil buatan Jerman itu. “Sekarang nilai omset untuk Mercedes mencapai miliaran,” ungkap ayah tiga anak ini.


Terkait kerja sama dengan Mercedes tersebut, Grokindo dipercaya sebagai pemasok logistik. Ia diberi ruang seperti gudang di pabrik Mercedes dan menempatkan 7-8 karyawan di sana di bawah supervisi Sumadi langsung. Diibaratkan Sumadi, gudang Mercedes mirip supermarket, karena jika membutuhkan segala kebutuhan otomotifnya, klien tinggal beli di gudang itu.


Bagi Sumadi, Mercedes dianggap sebagai keberhasilan tersendiri. Wajarlah, karena sulit menembus pabrikan mobil Eropa yang bergengsi itu. Contoh, untuk pengadaan karpet mobil saja bahannya diimpor langsung dari Jerman.
Setelah Mercedes, klien berikutnya adalah Daihatsu. Rata-rata volume produksi bulanan mobil Mercy lebih kecil ketimbang Daihatsu, yaitu dengan perbandingan 20:20.000. Alhasil, kebutuhan Daihatsu akan consumable product juga lebih gede.


Tantangan bisnis Grokindo adalah soal jaminan stok produk. “Kalau kehabisan barang, staf kami langsung terbang belanja ke Malaysia atau Singapura, karena jika menunggu kiriman dari mitra di luar negeri, terlalu lama,” Sumadi menjelaskan. Untuk bahan baku, dia mengklaim, 90% impor dan 10% lokal. Produk lokalnya: isolasi atau masking tape, thinner dan beberapa pernik perlengkapan otomotif lainnya.


Tidak hanya soal kualitas produk dan layanan yang dibenahi. Sumadi pun berusaha memodernkan proses kerja Grokindo melalui sistem komputerisasi. Guna menunjang bisnisnya, dia tidak segan merogoh kocek US$ 35 ribu untuk membeli solusi SAP dari Metrodata. Investasi ini dia perkirakan balik setelah tiga tahun. Sistem teknologi informasi ini mampu menghubungkan koneksi kantor Grokindo dengan tiga titik: di tempat Mercedes, kawasan Jelambar dan Slipi.


Sumadi juga tidak lupa memikirkan ekspansi. Karena itu, Grokindo merambah bisnis bengkel dengan membuka Car Spa. “Bengkel ini bisa dijadikan sebagai sarana untuk mengenalkan produk Grokindo lebih jauh,” ujar bos 25 karyawan ini. Diakuinya, melalui Car Spa, Grokindo pun mendapatkan kontrak kerja sama dengan Shell sebagai platinum independent workshop. Predikat ini diklaimnya sebagai satu-satunya untuk bengkel di Jakarta.


Keberhasilan membesarkan Grokindo mendapat acungan jempol dari para mitra bisnisnya. “Sumadi adalah sosok yang gigih,” ujar Budi Prasetyo memuji. Manajer Logistik Mercedes-Benz Indonesia itu berpendapat, berkat kegigihannya, Sumadi mampu meyakinkan pihak Mercedes, sehingga kini menjadi distributor tunggal automotive consumable product. “Sejauh ini kami puas dengan pelayanan Grokindo,” imbuhnya.


Budi menambahkan, komitmen Sumadi terhadap pelanggan patut dicontoh. Pasalnya, dia selalu bertindak cepat bila pihak Mercedes membutuhkan sesuatu. “Apabila ada masalah, Sumadi langsung datang untuk menangani,” ucapnya tandas. Komitmennya juga ditunjukkan dengan memberikan 7-8 anak buah yang standby di pabrik Mercedes untuk membantu.


Pendapat Aldrin Santosa memperkuat opini Budi. “Decision making Pak Sumadi sangat cepat dan mau turun langsung jika klien ada masalah. Beliau mampu memimpin dan memotivasi karyawan dengan baik,” tutur Manajer Penjualan 3M Indonesia itu.
Ke depan, Sumadi masih akan fokus menggarap pasar B2B. Menurutnya, bermain di pasar B2C sangat riskan lantaran besarnya ancaman pembayaran macet. Dia berharap, empat tahun lagi mampu ekspansi ke pasar Asia. Kini Grokindo mulai menjajaki menjadi pemasok untuk


mendukung kebutuhan anggota Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia. Sumadi pun menargetkan kenaikan omset di atas Rp 2,5 miliar per bulan, lima tahun mendatang. “Kami juga mulai masuk untuk menyuplai produk engineering, seperti robot untuk otomatisasi peningkatan kapasitas produksi. Kami yang menawarkan ke pabrik tersebut,” ujarnya. ***
More about → Lompatan Kuantum Sang Mantran Karyawan