Pengumuman, Waduh, Wall to Wall udah Gak Bisa Lagi ya ? ini Gara" ada Kebijakan Facebook untuk Mengalihkan Live Stream Menjadi Comment Box, Tapi Jangan Khawatir.. Update Status Via Blackberry dan yg lain masih Bisa koq, Mau tau apaan sih Comment Box itu ? Bisa Dilihat Disini, Nah, kalo ada Saran" ttg Gimana cara nge-akalin wall to wall, silahkan Contact Mimin di Facebook Disini atau Twitter @HzCrash, atau Bisa Lewat Fanspage WI Di Disini, Trima Kasih
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Siklus Hidup Strogyloides Stercoralis

Penulis on Minggu, 28 Juli 2013



Menurut ilmu yang saya dapat di kuliah, Strongyloides Stercoralis yang bisa mengakibatkan  penyakit Strongyloidosis/Strongyloidiasis terdiri dari satu atau lebih dari fase-fase di atas pada saat yang sama atau tidak.


1.Indirect development ( pertumbuhan gak langsung)
Nah, berdasarkan atas pertumbuhan bentuk bebas ( Free living) di atas tanah dan baru mengadakan perubahan menjadi bentuk parasitik bila keadaan tak memungkinkan lagi untuk hidup bebas. Urutannya seperti ini Rhabdotiform karva -> dewasa -> telur -> Rhabdotiform larva lagi -> dewasa dan seterusnya).

2. Direct development ( pertumbuhan langsung nih )



Kalo yang ini, langsung terjadi dalam tubuh manusia nih, yang dimulai dari masuknya filariform larva ke dalam tubuh manusia yang siklusnya sesuai dengan siklus hidup cacing tambang (hook worm).  Filariform larva yang masuk menembus kulit akan mengikuti aliran darah dan sampai di paru - paru (Lung Migration) dan seterusnya seperti cacing tambang dan akan menjadi dewasa dalam usus halus. Baik bentuk yang parasitik maupun free living  setelah kawin dan yang betina bertelur, telur tersebut dengan segera menetas menjadi rhabdotiform larva dalam beberapa jam, sehingga jarang kita temukan telurnya di feses penderita. Terus larva yang tadi itu akan dikeluarkan feses ke dunia luar untuk mengikuti kehidupan yang free living atau parasitik lagi bila keadaan tersebut memungkinkan.


3.Auto Infection
Kalo yang ini dalam keadaan tertentu mungkin terjadi pembentukan filariform larva dalam lumen usus, sehingga terjadi auto infection secara internal dimana filariform larva menemukan dinding usus atau melalui perianal dari penderita yang sama. Pada auto infection dapat terjadi reinfeksi yang preresistent atau hyper infeksi.

Rating: 5

More about → Siklus Hidup Strogyloides Stercoralis

Trik dan Tips Memilih Tempat Kuliah di Perguruan Tinggi yang Baik

Penulis on Kamis, 21 Juni 2012



Pada umumnya siswa yang telah lulus dari SMA, SMEA, SMK dan jenjang sederajat lainnya akan melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi baik Perguruan Tinggi Negeri / PTN maupun Perguruan Tinggi Swasta / PTS. Pada perguruan tinggi terdapat penjurusan mahasiswa berdasarkan subyek mata kuliah yang diambil. Setiap jurusan memiliki materi dan sifat pembelajaran yang berbeda-beda. Jurusan yang memiliki sifat yang  serupa akan digabung dalam suatu fakultas, akademi, sekolah tinggi, dan lain sebagainya.


Memilih jurusan kuliah bukan urusan yang mudah dan bukan persoalan yang sepele. Banyak faktor yang harus diperhitungkan dan dipikirkan masak-masak. Memilih secara tergesa-gesa tanpa memperhitungkan segala aspek akan berakibat fatal mulai dari kesadaran yang terlambat bahwa jurusa yang diambil tidak sesuai dengan kepribadian sampai pada drop out / DO atau dikeluarkannya seorang mahasiswa / mahasiswi karena dinyatakan tidak mampu mengikuti pendidikan yang diikutinya. Maka dari itu pemilihan jurusan sedini mungkin harus mulai dipertimbangkan. Salah pilih jurusan merupakan bencana dan kerugian yang besar bagi anda di masa depan.

Nah ini dia Trik dan Tips Cara Memilih Tempat Kuliah di Perguruan Tinggi yang Baik :

1. Menyesuaikan Cita-Cita, Minat dan Bakat

Bagi yang telah memiliki cita-cita tertentu, maka lihatlah jrurusan apa yang dapat membawa menuju profesi atau pekerjaan yang diinginkan tersebut. Janganlah memilih jurusan teknik geodesi jika anda ingin menjadi seorang dokter ahli kandungan dan jangan pula memilih jurusan  sastra jawa jika bercita-cita menjadi polisi.
Sesuaikan jurusan yang ingin diambil dengan minat dan bakat. Jika tidak menyukai hitung-hitungan janganlah mengambil jurusan matematika dan jika tidak menyukai menggambar jangan mengambil jurusan teknik sipil. Kemudian lihat bakat anda saat ini. Mengembangkan bakat yang sudah ada disertai dengan rasa suka dan cita-cita pada suatu jurusan studi akan menjadi pilihan yang tepat.

2. Informasi yang Lengkap

Carilah informasi yang banyak sebagai bahan pertimbangan anda untuk memilih jurusan. Cari dan gali informasi dari banyak sumber seperti orang tua, saudara, guru, teman, bimbel, tetangga, konsultan pendidikan, kakak kelas, teman mahasiswa, profesional, dan lain sebagainya. Jangan mudah terpengaruh dengan orang lain yang kurang menguasai informasi atau ikut-ikutan teman / trend.
Internet juga merupakan media yang tepat dan bebas untuk bertanya kepada orang-orang di dalamnya tentang apa yang ingin kita ketahui. Cari situs forum atau chating melalui messenger dengan orang yang dapat dipercaya. Semua informasi yang didapat dirangkum dan dijadikan bahan untuk membantu memilih jurusan.

3. Lokasi dan Biaya

Bagi orang yang hidup dalam ekonomi atas, memilih jurusan tidak akan menjadi masalah. Biaya yang nantinya harus ditanggung dapat diselesaikan dengan mudah baik dari pengeluaran studi, biaya hidup, lokasi tempat tinggal, dan lain sebagainya. Bagi masyarakat golongan menengah ke bawah, lokasi dan biaya merupakan masalah yang sangat diperhitungkan.
Jika dana yang ada terbatas maka pilihlah lokasi kuliah yang dekat dengan tempat tinggal atau lokasi luar kota yang memiliki biaya hidup yang rendah. Pilih juga tempat kuliah yang biaya pendidikan tidak terlalu tinggi. Jika dana yang ada nanti belum mencukupi, maka carilah beasiswa, keringanan, pekerjaan paruh waktu / freelance atau sponsor untuk mencukupi kebutuhan dana anda. Jangan jadikan pula uang sebagai faktor yang sangat menghambat masa depan anda.

4. Daya Tampung Jurusan / Peluang Diterima

Perhatikan daya tampung suatu jurusan di PTN dan PTS favorit. Pada umumnya memiliki kuantitas yang terbatas dan diperebutkan oleh banyak orang. Jangan membebani diri anda dengan target untuk berkuliah di tempat tertentu dengan jurusan tertentu yang favorit. Anda bisa stres jika kehendak anda tidak terpenuhi. Buat banyak pilihan tempat kuliah beserta jurusannya.
Ukur kemampuan untuk melihat sejauh mana peluang menempati suatu jurusan di tempat favorit. Adanya seleksi masal yang murni seperti UMPTN, SPMB, Sipenmaru dan lain sebagainya dapat menjegal masa depan studi anda jika tidak persiapkan dan diperhitungkan matang-matang. Pelajari soal-soal seleksi dan ikuti ujian try out sebagai percobaan anda dalam mengukur kemampuan yang anda miliki.
Namun jangan terlalu minder dengan hasil yang didapat. Jika pada SPMB ada 2 jurusan yang dapat dipilih, pilih satu jurusan & tempat yang anda cita-citakan dan satu jurusan lain atau lokasi lain yang sesuai atau sedikit di bawah kemampuan anda.

5. Masa Depan Karir dan Pekerjaan

Lihatlah ke depan setelah anda lulus nanti. Apakah jurusan yang anda ambil nanti dapat mengantar anda untuk mendapatkan pekerjaan dan karir yang baik? Banyak jurusan-jurusan yang saat ini lulusannya menganggur tidak bekerja. Tidak hanya orang dari jurusan tertentu saja yang dapat bekerja pada suatu profesi, karena saat ini rekrutmen perusahaan dalam mencari tenaga kerja tidak melihat seseorang dari latar belakang pendidikan saja, namun juga pengalaman. Tetapi jika kompetensi, keberanian dan kemampuan anda jauh dari orang-orang normal, maka jurusan apapun yang anda ambil sah-sah saja.
Biarkanlah hati dan akal sehat anda bicara tanpa adanya campur tangan dari orang lain. Konsultasikan dengan orang tua dan orang lain yang anda percayai. Pemilihan jurusan kuliah sangat menentukan masa depan anda. Selamat berjuang.



Sumber : http://organisasi.org/tips-cara-memilih-jurusan-kuliah-di-perguruan-tinggi-yang-baik-panduan-siswa-siswi-smp-dan-sma
Rating: 5
More about → Trik dan Tips Memilih Tempat Kuliah di Perguruan Tinggi yang Baik

Rata-rata Mahasiswa S1 Reguler UI Bayar Rp 3 Juta Per Semester

Penulis on Senin, 04 Juni 2012


TEMPO Interaktif, Jakarta - Biaya pendidikan per semester dari mahasiswa Program S1 Reguler Universitas Indonesia rata-rata hanya sebesar Rp 3.000.000 per semester. Jika dibandingkan dengan Student Unit Cost (SUC) maka nilai tersebut hanya sebesar11- 16 persen dari SUC tersebut.

Universitas Indonesia juga menyatakan  telah melaksanakan kewajibannya selama ini dalam memberikan laporan keuangan kepada mahasiswa dan masyarakat melalui perwakilannya di Majelis Wali Amanat (MWA). Pernyataan itu menyusul permintaan Indonesian Corruption Watch (ICW).

"Sebagai badan publik milik negara, UI memiliki komitmen tinggi dalam menegakkan tata kelola yang baik dan transparan khususnya dalam hal pengelolaan keuangan, yaitu salah satunya penetapan biaya pendidikan mahasiswa atau yang dikenal dengan istilah student unit cost (SUC)," ujar Vishnu Juwono, Juru Bicara UI, dalam rilis yang diterima Tempo, Selasa (11/1).

Sebelumnya ICW menyatakan telah menerima laporan soal kejanggalan uang kuliah mahasiswa Universitas Indonesia (UI). ICW pun mendesak agar UI bersikap transparan soal penggunaan anggarannya. Hal ini disampaikan Peneliti Senior ICW Febri Hendri saat bertemu dengan pihak Rektorat UI, Kamis (16/122010).

Vishnu menjelaskan pada tahun 2008 dari hasil mekanisme penghitungan bersama yang dilakukan oleh segenap perwakilan sivitas akademika UI, termasuk elemen mahasiswa yang diwakili oleh Badan Eksekutif Mahasiswa UI dan Fakultas, maka UI menetapkan Biaya Pendidikan berdasarkan SUC per mahasiswa untuk Program Sarjana Bidang Eksakta sekitar Rp 27 juta per semester sedangkan untuk Program Noneksakta Rp 18 juta per semester, Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi biaya pendidikan per mahasiswanya sebesar Rp 58 juta per semester.
Karena disadari beban itu  masih terlalu besar, UI hanya membebankan 1/3 dari total biaya pendidikan tersebut kepada mahasiswa, sedangkan selebihnya yaitu sebesar 2/3 menjadi tanggung jawab UI dan pemerintah.
Dengan demikian mahasiswa UI membayar beban biaya pendidikan sesuai dengan penetapan biaya pendidikan standar (BP Standar) yakni sebesar Rp 7,5 juta per semester dan Uang Pangkal sebesar Rp 25 juta yang dibayarkan satu kali dalam masa pendidikan untuk bidang Eksakta. Sedangkan bidang Noneksakta dikenakan Rp 5 juta per semester dan Uang Pangkal Rp 10 juta yang dibayarkan satu kali dalam masa pendidikan.
Biaya pendidikan standar merupakan pedoman biaya pendidikan yang dibayarkan oleh mahasiswa yang berasal dari keluarga yang memiliki kemampuan keuangan membayar sebesar itu.
Karena menyadari bahwa variasi kemampuan keuangan keluarga mahasiswa sangat beragam, mulai dari rentang yang sangat mampu hingga yang sangat tidak mampu, UI pun memberlakukan sistem Biaya Operasional Pendidikan Berkeadilan (BOP Berkeadilan) khusus untuk untuk Progam S1 Reguler. Melalui sistem BOP Berkeadilan, mahasiswa bisa membayar BOP antara Rp 100 ribu - Rp. 7,5 juta untuk eksakta dan Rp 100 ribu - Rp 5 juta untuk non eksakta, sesuai dengan kemampuan masing-masing.
"Mekanisme ini sangat bertumpu pada kejujuran mahasiswa/orang tua dalam mengisi data kemampuan keuangan mereka, di mana data tersebut diolah dan dianalisis oleh Tim UI sehingga menjadi dasar menetapkan BOP masing-masing mahasiswa setiap tahun."
Dalam implementasinya, hanya sedikit mahasiswa Program S1 Reguler yang mampu membayar sebesar besaran maksimal BOP Berkeadilan. Bahkan selama tiga tahun terakhir sebanyak lebih dari 8.000 mahasiswa S1 reguler atau 59 persen membayar di bawah besaran maksimal BOP berkeadilan.
Bahkan hampir sebanyak 5.000 mahasiswa S1 reguler selama tiga tahun terakhir hanya membayar BOP berkeadilan di bawah Rp 2 juta, sehingga dengan penerapan sistem BOP berkeadilan tersebut maka pembayaran biaya pendidikan per semester dari mahasiswa/siswi Program S1 Reguler rata-rata hanya sebesar Rp 3 juta per semester. "Jika dibandingkan dengan Student Unit Cost (SUC) maka nilai tersebut hanya sebesar11-16 persen dari SUC tersebut," tulis Vishnu.
Selain itu, dalam menetapkan BP Program Sarjana (S1), UI membagi dalam dua kategori, yaitu S1 Reguler dan Non Reguler (Paralel, Ekstensi, KSDI, KKI). Adapun program sarjana non reguler, seperti program kelas pararel, Kelas Internasional, dan Ekstensi yang diterima melalui jalur Seleksi Masuk (SIMAK UI) akan dikenakan biaya pendidikan yang range nominalnya berkisar dari Rp 7,5 juta - Rp 8,5 juta (khusus program sarjana pararel dan ekstensi). Hal tersebut juga berlaku untuk untuk mahasiswa yang diterima pada program Kerjasama Daerah dan Industri (KSDI).
Sedangkan biaya pendidikan untuk kelas internasional akan dikenakan biaya yang lebih tinggi (disesuaikan dengan masing-masing jurusan) karena menggunakan kurikulum dan infrastruktur perkuliahan berstandar internasional.
Menurut Vishnu Juwono, berbagai skema pembebanan biaya pendidikan yang ditetapkan oleh UI,semata-mata dilakukan untuk menjamin bahwa seluruh mahasiswa yang menempuh studi di UI, dapat menikmati fasilitas serta infrastruktur pendidikan yang berkualitas dan komprehensif, namun dengan kemampuan pembayaran pendidikan yang rasional terkait kemampuan finansial penanggung jawab biaya pendidikan mahasiswa.

Rata-rata Mahasiswa S1 Reguler UI Bayar Rp 3 Juta Per Semester


Rating: 5
More about → Rata-rata Mahasiswa S1 Reguler UI Bayar Rp 3 Juta Per Semester

Pengumuman Hasil Ujian Nasional 2012

Penulis on Sabtu, 26 Mei 2012


Hasil ujian nasional tahun ajaran 2011/2012 sudah keluar, Anda dapat membacanya di Koran Radar atau melalui website resmi ini. Bagi yang namanya tidak tercantum mungkin belum beruntung, silahkan coba lagi. Berikut daftar nama peserta yang lolos hasil ujian nasional tahun ajaran 2011/2012 :

Nomor NAMA SISWA L/P Kelas/Rumpun
Peserta
12-177-001 - 8 ANGGI NURFATIMAH P XII TKJ-1
12-177-002 - 7 CARINA MONICA L XII TKJ-1
12-177-003 - 6 CARLO MESRA.GEOVANNI L XII TKJ-1
12-177-004 - 5 DANIEL ARIFMAN PANDAPOTAN L XII TKJ-1
12-177-005 - 4 DANIEL BAKARA L XII TKJ-1
12-177-006 - 3 DANIEL HAMONANGAN L XII TKJ-1
12-177-007 - 2 EGGY FERDIAN L XII TKJ-1
12-177-008 - 9 EMMANUEL BOBBY DYLON L XII TKJ-1
12-177-009 - 8 ERICK JAMES L XII TKJ-1
12-177-010 - 7 FACHRI RAMADHANI L XII TKJ-1
12-177-011 - 6 FAJAR DEFRIAWAN L XII TKJ-1
12-177-012 - 5 GUGUM GUMELAR L XII TKJ-1
12-177-013 - 4 HENDRA DANIEL L XII TKJ-1
12-177-014 - 3 KEKE NURIYANI NANGIN P XII TKJ-1
12-177-015 - 2 KHATARINA PUTRI LARASATI P XII TKJ-1
12-177-016 - 9 MARIA P XII TKJ-1
12-177-017 - 8 MASCO EBEN EZER L XII TKJ-1
12-177-018 - 7 MEYGA ALFIAN SUGIANTO L XII TKJ-1
12-177-019 - 6 NOVRI HARIANSAH L XII TKJ-1
12-177-020 - 5 OKTAVIA TRITAMI P XII TKJ-1
12-177-021 - 4 RAJA MARULAM L XII TKJ-1
12-177-022 - 3 REMINGTON SAMUEL D. S. P L XII TKJ-1
12-177-023 - 2 RICHART HASIHOLAN L XII TKJ-1
12-177-024 - 9 RIKI FIRDAUS SINAMBELA L XII TKJ-1
12-177-025 - 8 RITA JULIANA KHOUW P XII TKJ-1
12-177-026 - 7 STEFANNY KEZIA P XII TKJ-1
12-177-027 - 6 STEVEN L XII TKJ-1
12-177-028 - 5 SUNDAY GABRIEL L XII TKJ-1
12-177-029 - 4 WILLY SAMUEL L XII TKJ-1
12-177-030 - 3 YESIKA MARIANA NAINGGOLAN P XII TKJ-1
12-177-031 - 2 ACHMAD FAIZAL L XII TKJ-1
12-177-032 - 9 ADE CAHYADI L XII TKJ-1
12-177-033 - 8 AGGRARI AZHAR PURNAMA L XII TKJ-1
12-177-034 - 7 APRILIA RAHMAWANTI P XII TKJ-1
12-177-035 - 6 ARIE SUYONO SITORUS L XII TKJ-1
12-177-036 - 5 ARTIKA WULANDARI P XII TKJ-2
12-177-037 - 4 ASEP SLAMET ANWARI L XII TKJ-2
12-177-038 - 3 ASTRI NURSETYA P XII TKJ-2
12-177-039 - 2 BENI RAHMAT L XII TKJ-2
12-177-040 - 9 BRIYAN SATYA HERLAMBANG L XII TKJ-2
12-177-041 - 8 DENNY RAHMADHANY L XII TKJ-2
12-177-042 - 7 DESTIAN EKO BRAMANTO L XII TKJ-2
12-177-043 - 6 DICKY BAGUS ADITYA L XII TKJ-2
12-177-044 - 5 EKA RANGGA ARDIBRATA L XII TKJ-2
12-177-045 - 4 EKO CAHYADI L XII TKJ-2
12-177-046 - 3 FAHMI L XII TKJ-2
12-177-047 - 2 FEMIYANTI NURHANA LAPOE P XII TKJ-2
12-177-048 - 9 HAFIZ RAMDHANA L XII TKJ-2
12-177-049 - 8 HENDRO PRASETYO L XII TKJ-2
12-177-050 - 7 I PUTU RICO MAHENDRA L XII TKJ-2
12-177-051 - 6 IIS ISNIAWATI P XII TKJ-2
12-177-052 - 5 IRSAN RIFAI RITONGA L XII TKJ-2
12-177-053 - 4 KURNIATI KABIDIN P XII TKJ-2
12-177-054 - 3 MUHAMMAD SAMAN L XII TKJ-2
12-177-055 - 2 MUHAMAD YAKUB SIDIQ L XII TKJ-2
12-177-056 - 9 MUHAMMAD YOGIE RIZKI S L XII TKJ-2
12-177-057 - 8 NINA HARYATI P XII TKJ-2
12-177-058 - 7 NUR RIZQI ZAELANI L XII TKJ-2
12-177-059 - 6 PUTRA HADI WIDYA SANDRA L XII TKJ-2
12-177-060 - 5 PUTRIYANI P XII TKJ-2
12-177-061 - 4 SRI HANANTO L XII TKJ-2
12-177-062 - 3 STEFANI DAHLIA SANGER P XII TKJ-2
12-177-063 - 2 TAUFIK SUNAEDI L XII TKJ-2
12-177-064 - 9 YATI KARYATI P XII TKJ-2
12-177-065 - 8 AGUNG DEHARITAS PUTRA L XII TKJ-3
12-177-066 - 7 AHMAD ROHIDDIN L XII TKJ-3
12-177-067 - 6 ALFIAN DWI SAPUTRA L XII TKJ-3
12-177-068 - 5 ANDI HERMAWAN L XII TKJ-3
12-177-069 - 4 ANDO PANDU ACHTHAMA L XII TKJ-3
12-177-070 - 3 ANGGA DWICAHYO WIBOWO L XII TKJ-3
12-177-071 - 2 ANNISA MIDYANINGTYAS SONY P XII TKJ-3
12-177-072 - 9 ARIEF RACHMAN L XII TKJ-3
12-177-073 - 8 DIAH NIKEN SARITI P XII TKJ-3
12-177-074 - 7 EKO GUNAWAN PUTRA L XII TKJ-3
12-177-075 - 6 FADILAH ARSYAD L XII TKJ-3
12-177-076 - 5 FEBIAN KHARISMA RAMADHAN L XII TKJ-3
12-177-077 - 4 HAIFA CHAIRUNNISA P XII TKJ-3
12-177-078 - 3 HENDRA SUHERMAN L XII TKJ-3
12-177-079 - 2 HERNANDO OCTA UMAR L XII TKJ-3
12-177-080 - 9 INDRA PRASTIYA L XII TKJ-3
12-177-081 - 8 MUHAMMAD FAIRUZ FATIN  L XII TKJ-3
12-177-082 - 7 MUHAMMAD KURNIAWAN L XII TKJ-3
12-177-083 - 6 MUHAMAD RAYHAN DILLAH L XII TKJ-3
12-177-084 - 5 MALITA OCTAVIANI P XII TKJ-3
12-177-085 - 4 MARHABAN FENDEN RIFA'I L XII TKJ-3
12-177-086 - 3 NI KADEK DWI OKTAVIANI P XII TKJ-3
12-177-087 - 2 OCA JUNIO EDWIPA L XII TKJ-3
12-177-088 - 9 PIKI ZULFIKAR ROSIDI L XII TKJ-3
12-177-089 - 8 PONCO WASKITO L XII TKJ-3
12-177-090 - 7 QUNIFAH SUWIDIANTI P XII TKJ-3
12-177-091 - 6 RADIF EL KHOLILY L XII TKJ-3
12-177-092 - 5 RISTIKA SAVITRI P XII TKJ-3
12-177-093 - 4 SAPRILYANDI L XII TKJ-3
12-177-094 - 3 SUNESIH P XII TKJ-3
12-177-095 - 2 SYARA BELA MULIA P XII TKJ-3
12-177-096 - 9 YULI P XII TKJ-3
12-177-097 - 8 YUSUP KURNIA L XII TKJ-3
12-177-098 - 7 MOCHAMMAD RAFLI YUDHITIAN L XII TKJ-3
12-177-099 - 6 ASRI SAKINA P XII AK
12-177-100 - 5 CAHYA OKTIFIANIE P XII AK
12-177-101 - 4 CORNELLIA SEPTI AGUSTIN P XII AK
12-177-102 - 3 DANIEL TOMMY L XII AK
12-177-103 - 2 ELSA SANTA MONICA P XII AK
12-177-104 - 9 ELSHA KRISTAL P XII AK
12-177-105 - 8 FIRESA OCTAVIANI P XII AK
12-177-106 - 7 ICHSAN NURHAKIM L XII AK
12-177-107 - 6 INDAH EDYANTY KUSUMA W P XII AK
12-177-108 - 5 JEANNETTE CHRYSILLA K P XII AK
12-177-109 - 4 LENA PERTIWI P XII AK
12-177-110 - 3 LINDA SULAIMAN P XII AK
12-177-111 - 2 LITA MAYASARI P XII AK
12-177-112 - 9 LOLITA NOORMALA PANGESTU P XII AK
12-177-113 - 8 MAHRUN NISA P XII AK
12-177-114 - 7 MERRISKA NAVITASARI P XII AK
12-177-115 - 6 MITA ELYANDINI P XII AK
12-177-116 - 5 NOVI NUR DARMAYANTI P XII AK
12-177-117 - 4 NOVIANI FRASTIKALIANTI P XII AK
12-177-118 - 3 NUR ANNISA AFDILLAH P XII AK
12-177-119 - 2 NURLIANA P XII AK
12-177-120 - 9 PRICILIA P XII AK
12-177-121 - 8 RIA DEVIANA P XII AK
12-177-122 - 7 RIA SAFITRI P XII AK
12-177-123 - 6 RIZKYANA DHANITIE STARJET M P XII AK
12-177-124 - 5 RADEN RORO DYAHPUDIASTUTI H P XII AK
12-177-125 - 4 SARTIKA P XII AK
12-177-126 - 3 SHINTA ERVIASARI P XII AK
12-177-127 - 2 SOFI AGUS WATI P XII AK
12-177-128 - 9 SUCI HANDAYANI P XII AK
12-177-129 - 8 TIKA AYU LARASATI P XII AK
12-177-130 - 7 WINARSIH GUSRIYANI P XII AK
12-177-131 - 6 YUNI SARTIKA P XII AK
12-177-132 - 5 ADE PUTRI HANDAYANI P XII AP
12-177-133 - 4 ALMAIDA SUDRAJAT P XII AP
12-177-134 - 3 ANITA YULIA AMMANDA P XII AP
12-177-135 - 2 ARINI RACHMAWATI P XII AP
12-177-136 - 9 AULIA NUR AZIZAH P XII AP
12-177-137 - 8 BELLA SINTIA P XII AP
12-177-138 - 7 BERNADETHA CHRISELDA MURTHI P XII AP
12-177-139 - 6 BRASTY NURMALA P XII AP
12-177-140 - 5 CINDY MONRIANTI P XII AP
12-177-141 - 4 CHINDY CHINTIA MARGARET G P XII AP
12-177-142 - 3 DEDE MURMANIAH P XII AP
12-177-143 - 2 DESI KOMALA P XII AP
12-177-144 - 9 DHITA FEBRIANI P XII AP
12-177-145 - 8 EKA RIZKIYANAH P XII AP
12-177-146 - 7 ERVITHA LESTARI P XII AP
12-177-147 - 6 FITRI RAHMADHANY P XII AP
12-177-148 - 5 HERNI BR PANDIANGAN P XII AP
12-177-149 - 4 IDA FARIDA P XII AP
12-177-150 - 3 IGA MARLENA P XII AP
12-177-151 - 2 IIN MUSTIKA P XII AP
12-177-152 - 9 JIHAN PUTRI LISDIANTI P XII AP
12-177-153 - 8 MERI ASRILIA P XII AP
12-177-154 - 7 MIRANTI EKA PRAMUDITA P XII AP
12-177-155 - 6 MUTIARA ALFINA P XII AP
12-177-156 - 5 NEVI PUSPITA DEWI P XII AP
12-177-157 - 4 NIKITA ZULADI P XII AP
12-177-158 - 3 NOVA FIAWATI P XII AP
12-177-159 - 2 NURAINI P XII AP
12-177-160 - 9 PRISCA ANNISA  MUTIARA P XII AP
12-177-161 - 8 RINA APRILIANTI P XII AP
12-177-162 - 7 RISCA SANDRIA P XII AP
12-177-163 - 6 RUSNAWATI P XII AP
12-177-164 - 5 SELVIANA DWI RAHAYU P XII AP
12-177-165 - 4 VANIA UTAMI JULIANTI P XII AP
12-177-166 - 3 WENDI LESTARI P XII AP
Selamat bagi yang namanya ada di atas sudah dinyatakan lulus ujian nasional negara tahun ajaran 2011/2012.


SMK YADIKA 8 LULUS 100% ! 

SELAMAT BAGI SISWA YANG SUDAH BERJUANG DEMI KELULUSAN !

sumber : smkyadika8.sch.id/html/index.php?id=berita&kode=6
Rating: 5
More about → Pengumuman Hasil Ujian Nasional 2012

Hasil Ujian Nasional Diumumkan Hari Ini 24 Mei 2012

Penulis on Kamis, 24 Mei 2012

KOMPAS.com - Hasil Ujian Nasional (UN) 2012 tingkat SMA dan sederajat akan diumumkan secara serentak pada Kamis, 24 Mei 2012.

"Besok utusan kami berangkat ke Jakarta (Kementerian Pendidikan) menjemput hasil UN dan akan langsung pulang," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Patabai Pabokori di Makassar, Selasa (22/5/2012).

Master pengumuman hasil UN tersebut kemudian akan langsung dikirimkan melalui surat elektronik (e-mail) milik kepala sekolah di seluruh kabupaten dan kota.
"Jadi, besok semua langsung dikirim ke kepala sekolah masing-masing. Kemudian nanti pada Kamis, 24 Mei langsung secara serentak diumumkan di seluruh Indonesia," katanya yang menambahkan, pihaknya optimistis target tingkat kelulusan sebesar 99 persen yang ditargetkan dapat tercapai.
Berdasarkan data, Jumlah peserta UN tingkat SMA dan sederajat tahun ini di Provinsi Sulsel mencapai 104.130 siswa yang terdiri atas 32.371 siswa SMA jurusan IPA, 26.484 siswa jurusan IPS, 333 siswa jurusan Bahasa serta SMK, 34 ribu siswa.
Madrasah Aliah (MA) terdiri atas 3.978 siswa jurusan IPA, 6.579 siswa jurusan IPS, 133 siswa jurusan Bahasa, jurusan Agama 177 siswa serta 75 siswa SMA Luar Biasa.

Sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2012/05/22/20573459/Hasil.Ujian.Nasional.SMA.Diumumkan.24.Mei.2012 Rating: 5
More about → Hasil Ujian Nasional Diumumkan Hari Ini 24 Mei 2012

Apa itu Integral Tak Tentu

Penulis on Rabu, 16 Mei 2012

Apa itu Integral Tak Tentu
Cara Cepat Menyelesaikan Soal Integral Tak Tentu -
B. INTEGRAL TAK TENTU
Seperti yang telah kita ketahui bahwa integral merupakan antiturunan. Jadi, apabila terdapat fungsi F(x) yang dapat didiferensialkan pada interval [a, b] sedemikian hingga Apa itu Integral Tak Tentu maka antiturunan dari f(x) adalah F(x) + c. Secara matematis, ditulis:
Apa itu Integral Tak Tentu f(x) dx = F(x) + c
dimana Apa itu Integral Tak Tentudx
=
Lambang integral yang menyatakan operasi antiturunan
f(x)
=
Fungsi integran, yaitu fungsi yang dicari antiturunannya
c
=
Konstanta
Sebagai contoh, dapat kita tuliskan:
Apa itu Integral Tak Tentu
karena
Apa itu Integral Tak Tentu
Sehingga kita dapat memandang integral tak tentu sebagai wakil keseluruhan keluarga fungsi (satu antiturunan untuk setiap nilai konstanta c). Pengertian tersebut dapat digunakan untuk membuktikan teorema-teorema berikut yang akan membantu dalam pengerjaan hitung integral.
Apa itu Integral Tak Tentu
Apa itu Integral Tak Tentu
Apa itu Integral Tak Tentu
Apa itu Integral Tak Tentu
Apa itu Integral Tak Tentu
Apa itu Integral Tak Tentu
Apa itu Integral Tak Tentu
Pembuktian Teorema 1
Apa itu Integral Tak Tentu
Pembuktian Teorema 3 dan 4
Apa itu Integral Tak Tentu
Contoh 1
Apa itu Integral Tak Tentu
Pembuktian Teorema 6
Apa itu Integral Tak Tentu

B.1. Aturan Integral Susbtitusi
Aturan integral substitusi seperti yang tertulis di Teorema 5. Aturan ini digunakan untuk memecahkan masalah pengintegralan yang tidak dapat diselesaikan dengan rumus-rumus dasar yang sudah dipelajari. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut ini.
Contoh 2
Apa itu Integral Tak Tentu
Contoh 3
Apa itu Integral Tak Tentu
Contoh 4
Apa itu Integral Tak Tentu
Pembuktian Teorema 7
Apa itu Integral Tak Tentu

Apa itu Integral Tak Tentu
Apa itu Integral Tak Tentu
Apa itu Integral Tak Tentu
Contoh 5
Apa itu Integral Tak Tentu
Contoh 6
Apa itu Integral Tak Tentu
Contoh 7
Apa itu Integral Tak Tentu

Sumber: http://www.ittelkom.ac.id/admisi/elearning/ Rating: 5
More about → Apa itu Integral Tak Tentu

Pengertian dan Konsep Integral

Penulis


Konsep Pemecahan Integral -Pernahkah kalian melihat baling-baling pesawat? Bagaimanakah bentuknya? Ketika pesawat hendak mengudara, baling-baling pesawat akan berputar dengan kecepatan tinggi. Bagaimanakah bentuk baling-baling itu saat berputar? Saat baling-baling berputar, kalian akan mengamati sebuah bentuk seperti lingkaran. Dapatkah kalian mengetahui luas lingkaran yang terbentuk dari perputaran baling-baling itu? Dengan menggunakan integral, kalian akan dapat mengetahuinya.

A. PENGERTIAN INTEGRAL
Kita telah mempelajari konsep turunan di kelas XI. Pemhaman tentang konsep turunan ini dapat kita gunakan untuk memahami konsep integral. Untuk itu, coba tentukan turunan fungsi-fungsi berikut.
Pengertian dan Konsep Integral
Perhatikan bahwa fungsi-fungsi tersebut memiliki bentuk umum f(x) = 3xPengertian dan Konsep Integral+ c , dengan c adalah suatu konstanta. Setiap fungsi ini memiliki turunan f '(x) = 9xPengertian dan Konsep Integral. Jadi, turunan fungsi f(x) = 3xPengertian dan Konsep Integral+ c adalah f '(x) = 9xPengertian dan Konsep Integral.
Sekarang, bagaimana jika kita harus menentukan fungsi f(x) dari f '(x) yang diketahui? Menentukan fungsi f(x) dari f '(x), berarti menentukan antiturunan dari f '(x). Sehingga, integral merupakan antiturunan (antidiferensial) atau operasi invers terhadap diferensial.
Pengertian dan Konsep Integral
Pengintegralan fungsi f(x) terhadap x dinotasikan sebagai berikut:
Pengertian dan Konsep Integral
dengan:
Pengertian dan Konsep Integral
=
notasi integral (yang diperkenalkan oleh Leibniz, seorang matematikawan Jerman)
f(x)
=
fungsi integran
F(x)
=
fungsi integral umum yang bersifat F'(x) = f(x)
c
=
konstanta pengintegralan




Sekarang, perhatikan turunan fungsi-fungsi berikut:
Pengertian dan Konsep Integral
Pengertian dan Konsep Integral
Sebagai contoh, turunan fungsi f(x) = 3xPengertian dan Konsep Integral + c adalah f'(x) = 9xPengertian dan Konsep Integral. Ini berarti, antiturunan dari f'x = 9xPengertian dan Konsep Integral adalah f(x) = 3xPengertian dan Konsep Integral + c, atau dituliskan Pengertian dan Konsep Integralf'(x) dx = 3xPengertian dan Konsep Integral + c.
Uraian ini menggambarkan hubungan berikut.
Pengertian dan Konsep Integral

Sumber : http://www.ittelkom.ac.id/admisi/elearning/ Rating: 5
More about → Pengertian dan Konsep Integral