Pengumuman, Waduh, Wall to Wall udah Gak Bisa Lagi ya ? ini Gara" ada Kebijakan Facebook untuk Mengalihkan Live Stream Menjadi Comment Box, Tapi Jangan Khawatir.. Update Status Via Blackberry dan yg lain masih Bisa koq, Mau tau apaan sih Comment Box itu ? Bisa Dilihat Disini, Nah, kalo ada Saran" ttg Gimana cara nge-akalin wall to wall, silahkan Contact Mimin di Facebook Disini atau Twitter @HzCrash, atau Bisa Lewat Fanspage WI Di Disini, Trima Kasih

Brankas Kayu Peninggalan Sejarah

Penulis on Jumat, 14 Desember 2012

Memang, brankas pada umumnya terbuat dari besi yang kuat dan kokoh dan memiliki kode kunci kombinasi untuk membuka brankas tersebut. Sehingga tidak setiap orang yang mengetahui kode kunci brankas itu,Setiap orang bila di sebutkan dengan kata brankas, mereka pasti akan mengingat tentang lemari besi.


Ternyata ada brankas yang dibuat dari kayu, lebih tepatnya brankas yang terbuat dari kayu nangka. Sekitar lebih dari 1 abad 100 yang lalu, atau mungkin kalau hendak disebut dengan agak rinci, 104 tahun yang lalu, ternyata ada orang yang memiliki brankas, yang terbuat dari kayu.

Dahulu Brankas juga bisa disebut sebagai celengan atau tempat menyimpan uang, dan sekarang

brankas kayu itu di simpan di rumah Ribut Marsudi (76 th) di Dusun Bergan, Wijirejo, Pandak, Bantul. Sudah kelihatan lusuh. Maklum usianya sudah satu abad lebih. Tidak terawat dengan baik. Kayu nangka yang berwarna kuning tidak lagi kelihatan. Ada bagian yang sudah dimakan rayap, meski hanya sedikit.

brankas itu dipakai menyimpan uang oleh Ambyah Setraikrama Dulunya, di tahun 1904 atau bisa juga jauh sebelum tahun itu, Ambyah lahir tahun 1825 dan meninggal tahun 1953. Kemungkinan, sebelum 1904 brankas kayu sudah ada.
Bapak Ribut Sumardi adalah cucu dari Ambyah Setraikrama. Dulu, demikian Ribut Marsudi mengkisahkan, brankas itu oleh Ambyah dipakai untuk menyimpan uang, yang dulu dikenal dengan sebutan duit abang (uang merah) dan duit putih (uang putih). Uang merah adalah uang tembaga, yang terdiri dari benggol, sen, dan bribil. Uang putih terbuat dari nekel dan perak. Nekel nilainya sen, sedang perak terdiri dari ringgit, rupiah, sukon dan ketip.


Tiap hari uang hasil kerja Ambyah disimpan di brankas kayu. Sampai tahun 1947, brankas itu penuh. Hampir 40 tahun lebih, Ambyah dengan sabar, tiap hari, sedikit demi sedikit menyimpan uang ke dalam brankas. Lubang yang ada di pojok brankas untuk memasukkan uang. Sedang lubang lain untuk memasukkan kayu dan mengikat dengan rantai, sehingga brankas menjadi tidak bisa dibuka, kecuali oleh Ambyah.


Hasil dari uang yang ada di brankas, oleh Ambyah dipakai membeli gamelan satu pangkon slendro, yang terbuat dari perunggu. Untuk nilai uang sekarang, gamelan perunggu harganya puluhan juta rupiah.

Setelah Ambyah meninggal, brankas tersebut oleh anaknya, Tukijan Sastroarjo namanya, tidak dipakai tempat untuk menyimpan uang. Tetapi oleh Tukijan dialihfungsikan sebagai lesung untuk menumbuk padi. Jadi, pada generasi kedua, brankas tersebut sudah beralih fungsi.

Dan Ribut Marsudi adalah anak dari Tukijan Sastroarjo. Awalnya, ia juga meneruskan tradisi ayahnya: menggunakan brankas sebagai lesung. Tetapi sekarang, brankas/lesung tidak difungsikan sebagai piranti petani. Oleh Ribut Sumardi hanya disimpan sebagai benda bersejarah, yang akan kembali dihaluskan supaya warna kayu nangkanya kelihatan.

Brankas itu kini ditaruh di bawah pohon melinjo. Terkesan lusuh memang. Namun dalam kelusuhan itu tersimpan sejarah yang berarti.



Anda sedang membaca artikel tentang Brankas Kayu Peninggalan Sejarah dan anda bisa menemukan artikel Brankas Kayu Peninggalan Sejarah ini dengan url https://watchinginfo.blogspot.com/2012/12/brankas-kayu-peninggalan-sejarah.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Brankas Kayu Peninggalan Sejarah ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Brankas Kayu Peninggalan Sejarah sumbernya.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar

Blog Ini Bersifat Do Follow yg Berarti dpt Memberikan Backlink Gratis Kpd Blog Anda Jika Berkomentar Dibawah ini :

"Komentar Harus Bersifat Membangun Dan Tidak Menjatuhkan akan Kami Hargai"